TA’LIK TALAK DAN KORELASINYA DENGAN KONSEP MASHLAHAT PERSPEKTIF ABU ISHAK ASY-SYATIBI

Penulis

  • Sokhibul Imam STID AL Biruni Babakan CI waringin Cirebon
  • Abdur Rokhim STID AL Biruni Babakan CIwaringin Cirebon
  • Jannati STID AL Biruni Babakan CIwaringin Cirebon
  • Heri Ikhlas Khusaeri STID AL Biruni Babakan CIwaringin Cirebon

Kata Kunci:

Ta’lik Talak, Mashlahat, Abu Ishak Asy-Syātibi, , Kompilasi Hukum Islam

Abstrak

Pernikahan merupakan kebutuhan setiap insan bernyawa, dalam Islam pernikahan sangat dianjurkan karena merupakan bagian dari sunnah Nabi yang mana ketika kita melakukannya kita mendapatkan balasan pahala dari Allah Swt. Pernikahan di Indonesia seakan sudah menjadi kebiasaan adanya proses pembacaan ta’lik talak setelah aqad nikah berlangsung yang disaksikan oleh semua hadirin yang ada. Dalam perjalanannya ta’lik talak ada yang menganggap tidak perlu diadakan karena melihat isi ta’lik talak sudah termuat dalam Undang-Undang Pernikahan, dan juga keberadaanya menganggu kesakralan prosesi aqad nikah. Namun, melalui Kompilasi Hukum Islam pasal 45 ayat 1 menegaskan perjanjian pernikahan boleh dilakukan dengan ta’lik talak.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih menekankan pembacaan  ta’lik talak dan korelasinya dengan konsep mashlahat persepektif Abu Ishak Asy-Syathibi, analisis atas pasal 45 ayat 1 Kompilasi Hukum Islam, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis library research dari sumber kitab al-muwafaqat karya Imam Abu Ishak Asy-Syatibi sendiri, yang menghasilkan bahwasannya Kompilasi Hukum Islam lebih mengutamakan ta’lik talak sebagai salah satu upaya yang bisa ditetapkan untuk melindungi istri dari perlakuan sewenang-wenang suami, pembacaan shighot ta’lik talak dalam pelaksanaan pernikahan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan rumah tangga, dan keberadaan pasal 45 pasal 1 Kompilasi Hukum Islam sudah sesuai dengan nuansa mashlahat yang selaras dengan semangat konsep mashlahatnya Asy-Syatibi yang tidak mengikuti hawa nasfu dan kepentingan-kepentingan pribadi yang terselubung. Sehingga melalui perjanjian ta’lik talak ini memberikan manfaat payung hukum pada seorang isteri dalam keberlangsungan rumah tangga ketika diperlakukan tidak sewenang-wenang oleh suaminya.

Dengan demikian, ketika seorang suami membacakan shighot ta’lik talak pada saat prosesi akad nikah, maka hak-hak seorang istri bisa lebih terjaga, sehingga mampu menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Kata Kunci : Ta’lik Talak, Konsep Mashlahat, Abu Ishak Asy-Syathibi.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-06-30

Terbitan

Bagian

Artikel