AL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
https://ejournal.indafa.ac.id/index.php/al-mudir
<p>AL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah</p>en-USAL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis SyariahMODEL KEUNGGULAN KOMPETITIF BERKELANJUTAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH BERBASIS RESOURCE-BASED VIEW (RBV) DALAM PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM
https://ejournal.indafa.ac.id/index.php/al-mudir/article/view/531
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model keunggulan kompetitif berkelanjutan dalam manajemen bisnis syariah melalui pendekatan <em>Resource-Based View</em> (RBV) yang diintegrasikan dengan prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap berbagai literatur yang relevan, meliputi teori RBV, manajemen bisnis syariah, serta konsep pendidikan Islam. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (<em>content analysis</em>) untuk mengidentifikasi keterkaitan antara sumber daya internal strategis dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya <em>intangible</em>, khususnya modal insani, modal intelektual, dan modal spiritual, merupakan faktor kunci keunggulan kompetitif bisnis syariah. Prinsip <em>tarbiyah</em>, <em>ta’lim</em>, dan <em>ta’dib</em> berperan strategis dalam membentuk dan menguatkan sumber daya tersebut. Penelitian ini menghasilkan model konseptual integratif yang menempatkan pendidikan Islam sebagai sumber daya strategis dalam kerangka RBV untuk mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan.</p>Muhammad Abrori
Copyright (c) 2026 AL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
2026-04-302026-04-3011114 ANALISIS KESADARAN KONSUMEN MUSLIM TERHADAP PRODUK HALAL DI MARKETPLACE DIGITAL
https://ejournal.indafa.ac.id/index.php/al-mudir/article/view/537
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran konsumen Muslim terhadap produk halal yang dijual melalui platform marketplace digital di Indonesia. Meningkatnya penetrasi e-commerce di kalangan masyarakat Muslim membawa tantangan tersendiri terkait kemampuan konsumen dalam mengidentifikasi, memilih, dan memprioritaskan produk halal secara digital, yang berbeda secara signifikan dari pengalaman belanja konvensional. Penelitian sebelumnya masih terfragmentasi antara kajian perilaku konsumen Islam dan studi e-commerce, sehingga dibutuhkan analisis integratif yang menjembatani keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap 30 sumber literatur yang terdiri dari jurnal terakreditasi, laporan pemerintah, dan media massa bereputasi yang diterbitkan antara 2021–2026. Sintesis dilakukan secara tematik mengikuti kerangka teori Theory of Planned Behavior (TPB) dan model kesadaran halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran konsumen Muslim terhadap produk halal di marketplace digital dipengaruhi oleh empat faktor utama: tingkat religiusitas, literasi label halal, kepercayaan terhadap platform digital, dan pengaruh komunitas Muslim daring. Analisis dan pembahasan mengungkap bahwa meskipun kesadaran nominal tentang konsep halal relatif tinggi, kesadaran praktis dalam memverifikasi kehalalan produk di lingkungan digital masih rendah, terutama pada segmen produk kosmetik dan farmasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya penguatan literasi halal digital, integrasi sistem verifikasi sertifikasi halal pada platform marketplace, serta peran aktif komunitas Muslim dalam membentuk ekosistem belanja halal yang kondusif.</p>Rahmat Zubandi ThahirMahyadi
Copyright (c) 2026 AL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
2026-04-302026-04-30111520RIBA TERSELUBUNG DALAM TRANSAKSI DIGITAL: ANALISIS KEABSAHAN AKAD PADA FITUR PAYLATER DAN CASH DISCOUNT DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH
https://ejournal.indafa.ac.id/index.php/al-mudir/article/view/536
<table width="340"> <tbody> <tr> <td width="340"> <p>Perkembangan teknologi finansial (<em>financial technology/fintech</em>) telah melahirkan berbagai inovasi transaksi digital seperti fitur PayLater dan cash discount yang menawarkan kemudahan dalam aktivitas ekonomi modern. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul persoalan mendasar terkait kesesuaiannya dengan prinsip fiqh muamalah, khususnya dalam pemenuhan syarat sah akad dan larangan riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan akad dalam praktik PayLater dan cash discount serta mengidentifikasi potensi adanya riba terselubung dalam transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-yuridis dengan metode analisis doktrinal berbasis studi kepustakaan terhadap sumber hukum Islam klasik dan kontemporer serta literatur fintech terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara formal kedua mekanisme tersebut memiliki dasar kebolehan dalam fiqh muamalah, implementasinya dalam sistem digital seringkali tidak memenuhi prinsip kejelasan harga, transparansi, dan keterpisahan akad. Analisis lebih lanjut menemukan adanya indikasi riba terselubung yang muncul melalui tambahan biaya berbasis waktu, dual pricing yang tidak pasti sejak awal akad, serta struktur kontrak yang kompleks. Kondisi ini berpotensi menimbulkan unsur gharar, jahalah, dan ketidakadilan dalam transaksi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik PayLater dan cash discount dalam fintech memerlukan evaluasi substantif berbasis prinsip fiqh muamalah, bukan sekadar penilaian formal. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan konsep riba terselubung sebagai kerangka analisis serta memberikan dasar evaluasi bagi pengembangan sistem fintech yang lebih sesuai dengan prinsip syariah.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Mohammad NadhifMohammad Ridwan
Copyright (c) 2026 AL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
2026-04-302026-04-30112130PENGUATAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS ETIKA BISNIS ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA KECIL: STUDI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
https://ejournal.indafa.ac.id/index.php/al-mudir/article/view/534
<p>Usaha kecil di Kabupaten Bondowoso menghadapi tantangan produktivitas yang tidak hanya berkaitan dengan modal dan teknologi, tetapi juga dengan lemahnya penguatan manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel-artikel ilmiah tentang etika bisnis Islam, Islamic Human Resource Management, ethics-oriented HRM, dan produktivitas usaha kecil. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: etika bisnis Islam berfungsi sebagai fondasi normatif, nilai-nilai etis diinstitusionalisasikan ke dalam praktik HRM, produktivitas terbentuk melalui mekanisme moral-relasional-inovatif, dan usaha kecil memerlukan model HRM yang sederhana namun etis. Penelitian ini menegaskan bahwa produktivitas usaha kecil akan lebih berkelanjutan ketika penguatan SDM dibangun di atas amanah, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab</p>Abdul Wahet
Copyright (c) 2026 AL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
2026-04-302026-04-30113146POTENSI DAN TANTANGAN LITERASI MANAJEMEN BISNIS SYAR'IAH PESANTREN DI BONDOWOSO
https://ejournal.indafa.ac.id/index.php/al-mudir/article/view/533
<p>Pesantren saat ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembentukan kemandirian ekonomi santri dan penguatan usaha kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan tantangan literasi manajemen bisnis syar’iah di pesantren-pesantren di Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel-artikel ilmiah mutakhir yang relevan dengan pesantren, kewirausahaan, ekonomi syariah, dan manajemen bisnis Islam. Data dianalisis melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi kuat berupa basis nilai keislaman, kepemimpinan, unit usaha, koperasi, jejaring sosial, serta peluang digitalisasi. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan berupa lemahnya struktur bisnis formal, keterbatasan kapasitas manajerial, belum sistematisnya kurikulum, keterbatasan modal, dan minimnya kolaborasi eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ekonomi pesantren perlu diarahkan dari program teknis menuju pembangunan sistem literasi manajemen bisnis syar’iah yang berkelanjutan.</p>SutriyonoMuntahe
Copyright (c) 2026 AL-MUDIR: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
2026-04-302026-04-30114763